Posted by: luckymulyadisejarah | August 30, 2009

Historiografi Musik Indonesia:dua periode

Historiografi Musik Indonesia di Dua Orde
Judul buku: Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah
Penulis: Muhammad Mulyadi
Cetakan: I, Agustus 2009
Penerbit: Koperasi Ilmu Pengetahuan Sosial, Bekasi
Hal: 223
MASIH terbilang jarang manuskrip historiografi, yang secara khusus membedah industri musik nasional. Terlebih, melakukan telaahan tak hanya menempatkan musik semata sebagai entitas hiburan –serta bagaimana pengaruhnya secara ekonomi– tetapi lebih dari itu, juga menempatkannya dalam konteks sosial politik di negeri ini. Satu dari yang segelintir itu adalah buku bertajuk Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah.
Buku ini ditulis oleh Muhammad Mulyadi, dosen tetap komunikasi di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Semula merupakan hasil tesis penulisnya pada Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia.
Konteks waktu yang ditulis dalam buku ini, dibatasi pada rentang 1960 sampai 1990. Dengan demikian, secara substantif dapat merupakan kajian historis dan komparatif bagaimana “konstelasi” musik Indonesia pada dua rezim pemerintahan, Orde Lama dan Orde Baru. Satu batas tegas dimunculkan dalam buku ini bahwa pada era Soekarno musik tidak memberikan sumbangan ekonomi, baik terhadap negara maupun musisi.
Hal itu dikarenakan banyak pembatasan terhadap musik, sehingga musik sebagai industri belum berkembang. Musik lebih mewujud sebagai alat politik. Hal itu lebih terlihat dalam rangka “pengganyangan budaya barat” ketika perang dingin berlangsung. Pada saat itu, politik luar negeri Indonesia tampak cenderung memihak blok timur.
Kemudian, pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru, wujud musik sebagai alat politik masih tampak jelas. Pada masa peralihan ini, ABRI banyak memegang peran, misalnya melalui panggung prajurit. Tujuan diadakannya panggung prajurit adalah untuk mewujudkan integrasi ABRI dengan rakyat dalam operasi-operasi penangkapan anggota partai komunias di daerah-daerah. Para penyanyi dan musisi dalam era ini, sebagaimana terpapar dalam buku, juga sering tampil untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan politik.
Dalam perkembangannya kemudian, peran media massa khususnya TVRI dan RRI pada masa itu, tidaklah bisa dikesampingkan. Perubahan kebijakan politik antibarat yang kemudan dilakukan Orde Baru, bagaimanapun memberikan dampak luas berkat peran yang dilakukan TVRI dan RRI. Ragam acara seperti Variety Show yang kemudian menjadi Kamera Ria, Pemilihan Bintang Radio, Aneka Ria Safari, dan lain-lain, turut mewarnai jejak sejarah permusikan negeri ini. Peran media massa ini terus meluas, seiring dengan hadirnya rubrik musik dan hiburan di koran-koran serta hadirnya beragam majalah musik. Salah satunya yang melegenda adalah Aktuil yang sepat menjadi barometer dalam membaca perkembangan musim era akhir 1960-an sampai 1970-an.
Membaca salah satu tesis sejarah, memang menjadi hal mengasyikkan, terutama setelah dijadikan buku. Kita akan menuai deskripsi yang menarik dan “nostalgik” tentang sepak terjang para artis dan musisi kita tempo dulu, terutama di saat musik Indonesia belum mengindustri. Juga bagaimana awal mula terdorongnya musik Indonesia menjadi salah satu entitas industri, baik dalam bentuk panggung maupun hiburan. Dengan catatan, jenis musik yang menjadi objek penelitian buku ini terbatas pada tiga jenis musik diatonis yang berakar dari barat yakni pop, jazz, dan rock.
Menurut penulisnya, pertimbangan kenapa demikian, karena ketiga jenis musik itu banyak mengalami perkembangan dalam industri musik di Indonesia. Ketiga jenis musik itu juga mempunyai dinamika tinggi dalam konstelasi politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi. Sebetulnya, musik dangdut demikian ditulis dalam pendahuluan buku, juga mempunyai perkembangan dan dinamika tinggi dalam industri musik. Akan tetapi, musik dangdut mempunyai aspek-aspek khusus seperti tidak berakar dari barat, mempunyai keunikan tersendiri dan luasnya cakupan mengenai musik dangdut, maka studi musik dangdut dalam industri musik memerlukan suatu studi khsusus.
Bagaimanapun, buku ini dapat dijadikan salah satu referensi autentik dalam mengkaji industri musik Indonesia, terutama pada perubahan dua rezim pemerintahan awal negeri ini. Juga menjadi pijakan, manakala kita mencoba menelaah lebih jauh hadirnya industri musik Indonesia adalah wajah kontemporernya saat ini. (Weni, kolektor buku sejarah, tinggal di Bandung)***
Pikiran Rakyat 27 Agustus 2009.

Posted by: luckymulyadisejarah | August 17, 2009

musik indonesia

Kenapa Ronald Reagan dan Bill Clinton ke Indonesia demi indsutri musik mereka? Apa hubungannya dengan Indonesia? Ingat kan Aneka Ria Safari. Di balik tontonan paling menggairahkan era orde baru ada cerita-cerita menarik. Masyarakat Kita diarahkan untuk bercitra rasa seperti musik yang ditampilkannya, tapi apakah semuanya negatif? Baca buku Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah, Muhammad Mulyadi (sejarawan). Harga Rp45.000 termasuk ongkos kirim P Jawa, tebal 239 hal, hvs. Berminat? SMS 085716640738 atau imel to mulyadilucky@yahoo.com.. Salam.

Posted by: luckymulyadisejarah | August 17, 2009

Industri musik Indonesia: Suatu Sejarah

Kenapa ABRI sering menyelenggarakan panggung prajurit pada tahun 1967-an? Kenapa mereka mendukung kedatangan Blue Diamond? Main musik jadi penyanyi adalah tabu, bagaimana kalau main musik dapat doku?Apakah menjadi musisi dan penyanyi suatu pekerjaan? Penyanyi-penyanyi cantik, bersuara pas-pas an merajai industri musik Indonesia. Kenapa demikian? Ada apa di belakang fenomena tersebut? Ingat kan Aneka Ria Safari? Di balik tontonan paling menggairahkan era orde baru ada cerita-cerita menarik Baca buku Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah, Muhammad Mulyadi (sejarawan). Harga Rp 45.000. termasuk ongkos kirim P Jawa. 239 hal, hvs. Berminat? hubungi mulyadilucky@yahoo.com.. atau SMS 085716640738 Salam.

Posted by: luckymulyadisejarah | August 16, 2009

BUKU: SEAJARAH INDUSTRI MUSIK (BARU)

Bagaimana kondisi musik rock Indonesia tahun 1970-1990? Konser besar, konser di gedung olah raga, kerusuhan, kegagalan dalam rekaman, bagaimana mereka dapat menembus industri rekaman?
Penyanyi-penyanyi cantik, bersuara pas-pas an merajai industri musik Indonesia. Kenapa demikian? Ada apa di belakang fenomena tersebut? Baca buku Industri Musik Indonesia: Suatu Sejarah, Muhammad Mulyadi (sejarawan). Harga Rp45.000, termasuk ongkos kirim P Jawa, tebal 239 hal, HVS. Berminat? hubungi mulyadilucky@yahoo.com.. atau SMS 085716640738, Salam.

Posted by: luckymulyadisejarah | March 23, 2009

Paul Ricoeur

Paul Ricoeur: Penafsiran yang Tidak Pernah Selesai

Oleh: R Muhammad Mulyadi

Sebagai salah seorang tokoh filsafat yang memusatkan perhatiannya pada hermeneutika, Paul Ricoeur berpandangan bahwa hermeneutika merupakan suatu teori mengenai aturan-aturan penafsiran terhadap suatu teks atau sekumpulan tanda maupun simbol yang dipandangnya atau dikelompokkan sebagai teks juga. Ricoeur menganggap bahwa tidak ada pengetahuan langsung tentang diri sendiri, oleh sebab itu pengetahuan tentang diri sesungguhnya hanya diperoleh melalui kegiatan penafsiran. Melalui kegiatan ini, setiap hal yang melekat pada diri (yang bisa dianggap sebagai teks) harus dicari makna yang sesungguhnya/objektif agar dapat diperoleh suatu kebenaran (pengetahuan) yang hakiki tentang diri tersebut. Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | February 10, 2009

Kajian Budaya dan Sejarah

Penjelasan Kajian antar Teks
terhadap Konstruksi Identitas Budaya

Oleh: R Muhammad Mulyadi

Teks merupakan suatu representasi dari kehidupan masyarakat dan kajian budaya berupaya merepresentasikan masyarakat melalui kajian antar teks. Repre-sentasi yang dihadirkan memang tidak pernah lengkap, sama halnya dengan kajian-kajian disiplin lain seperti sejarah misalnya, masa lalu yang dihadirkan kembali tidak pernah utuh. Hal itu disebabkan adanya proses seleksi yang mengakibatkan sebagian aspek dari realitas masyarakat dapat ditangkap dan sebagian realitas lainnya di-abaikan. Dalam ilmu sejarah misalnya ada data-data (bisa data apa saja yang di-kategorikan sebagai teks) yang dapat ditemukan dan data-data yang tidak atau belum ditemukan, maka seorang sejarawan hanya menangkap realitas dari masyarakat berdasarkan data-data yang ditemukannya saja. Di samping itu, dapat juga sejarawan tersebut mengabaikan data-data yang ditemukannya karena dianggap tidak relevan dengan bidang yang dikajinya. Dengan kata lain, sejarawan dapat saja memfokuskan diri pada sebagian realitas masyarakat. Dengan demikian, realitas yang direpresen-tasikan oleh seorang sejarawan tidak dapat utuh. Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | February 2, 2009

SWAMI dan kritik sosial

Kritik Sosial dalam Empat Lirik Lagu di Album Kelompok Musik Swami I
Tugas mata kuliah Seminar dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Budaya
Semester Ganjil 2008/2009

Oleh:
Agnes Setyowati H.
Dhita Hapsarani
Irzanti S.
Muhammad Mulyadi
R. Suryanto
Satrio Arismunandar

Program S3 – Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Indonesia
Desember 2008

I. Latar Belakang

Kesenian, khususnya seni musik, merupakan bagian dari kebudayaan. Melalui musik, manusia mengekspresikan perasaan, harapan, aspirasi, dan cita-cita, yang me-representasikan pandangan hidup dan semangat zamannya. Oleh karena itu, melalui kesenian, kita juga bisa menangkap ide-ide dan semangat yang mewarnai pergulatan zaman bersangkutan.
Indonesia sendiri adalah suatu negeri yang kaya dengan berbagai karya seni, khususnya seni musik, yang mewakili pandangan hidup dan semangat zamannya. Salah satu era yang penting dalam perjalanan bangsa ini adalah era Orde Baru yang dimulai dengan naiknya Jenderal Soeharto ke tampuk pimpinan pemerintahan pada penghujung 1960-an sampai berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto pada penghu-jung 1990-an. Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | January 27, 2009

Sejarah Industri Musik

Industri Musik Indonesia dan Sumber Daya Budaya

Oleh: Lucky Muhammad Mulyadi

 

Apabila dibandingkan dengan negara-negara lain, industri musik Indonesia sebenarnya termasuk yang beruntung. Keberuntungan Indonesia terletak pada akar budaya yang telah ditanamkan sejak orde lama.

Peran Soekarno yang dicemooh sebagai pembelengu kebebasan dalam ekspresi seni pasca keruntuhannya, saat ini justru harus dikaji sebagai orang yang berjasa menggali dan mempertahankan kebudayaan Indonesia dari gempuran budaya asing. Tanpa kebijakannya tersebut, rasanya sulit untuk mengatakan bahwa industri musik Indonesia akan ada pecinta setianya. Meskipun ada fakto-faktor lainnya seperti musisi-musisi Indonesia yang memanfaatkan momentum kebijakan tersebut dengan menciptakan berbagai musik dan lagu yang selaras dengan kebijakan Soekarno.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | July 27, 2008

Broery Pesolima

In Memoriam Broery Pesolima

 

 

Oleh Muhammad Mulyadi

 

 

 

Lelaki pemilik suara berat dan jernih dengan gaya penampilannya yang mantap di atas panggung ini adalah seorang penyanyi yang punya banyak penggemar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Terlahir dengan nama Simon Domingus Pesolima pada 25 Juni 1944, itulah Broery Pesolima.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | July 11, 2008

Jawa; Sejarah Budaya; Denys Lombard

 

 

Judul Asli

Le Carrefour Javanais Essai d H’Histoire Globale

Judul Buku (terjemahan)

Nusa Jawa Silang Budaya

Penulis

Denys Lombard

Penerbit

PT Gramedia

Tahun Terbit

1996

 

 

Mengkaji Sejarah Cara Denys

 

Oleh : R Muhammad Mulyadi

 

Karya Denys Lombard ini terdiri dari tiga jilid dengan anak judul yang berbeda pada setiap jilidnya. Jilid pertama dengan anak judul Batas-batas Pembaratan, yang mengamati dampak dan perkembangan hubungan Jawa dengan Eropa, dengan memaksimalkan sumber-sumber Belanda dan Indonesia. Jilid kedua beranak judul  Jaringan  Asia mengamati lingkungan masyarakat urban yang muncul pada abad ke 15. Masyarakat  pedagang itu menjadi saingan bangsa berat bangsa pendatang (terutama Eropa) yang seringkali tidak menyadari kekuatannya. Sumber kajian dalam bab ini antara lain kesustraaan Melayu untuk peranan agama Islam sebagai pembentuk masyarakat baru, dan pendekatan sejarah dan etnografis untuk menilai peranan kaum Cina peranakan. Jilid terakhir beranak judul Warisan-warisan Kerajaan Konsentris, mengkaji peranan negara-negara  yang  pernah berkembang di Jawa Tengah, di Jawa Timur (Majapahit) dan kembali ke Jawa Tengah lagi (Mataram).

Read More…

Older Posts »

Categories