Posted by: luckymulyadisejarah | July 9, 2008

Melayu; Islam; Sarawak; Sabah; Sejarah

Peran Orang Melayu Islam

 

dalam Pemerintahan Sarawak dan Sabah

 

pada abad ke-19

 

oleh: Linda Sunarti

 

            Tulisan ini membahas tentang peranan orang Melayu Islam pada masa pemerintahan keluarga Brooke di Sarawak  dan pada masa pemerintahan Syarikat Dagang Inggris Kalimantan Utara (British North Borneo Chartered Company/BNBC) di Sabah.  Dalam konteks tulisan ini istilah “Melayu Islam”perlu dijelaskan. Di Sarawak , istilah Melayu menjelaskan tentang kelompok Melayu Islam dan Melanau yang menganut agama Islam, bertutur dialek Melayu, dan mengamalkan adat istiadat Melayu. Di Sabah istilah ini merujuk pada kelompok berikut: Orang Melayu Brunai, Bajau, Kedayan, Balangnini, Bisaya, Idaan, Illanun dan Sulu.  Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | July 1, 2008

Musik Indonesia; Muzik Malaysia

Indonesia – Malaysia:

 

Bersatu dalam Musik Pop?

 

R. Muhammad Mulyadi

 

 

Latar Belakang

            Pada kunjungan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono ke Malaysia bulan Januari 2008 secara khusus diadakan suatu konser musik di Auditorium Perdana Angkasapuri. Konser bernama ‘Konsert Setiakawan’ itu dimeriahkan oleh artis terkenal dari kedua negara. Menurut keterangan pemerintah Malaysia yang dinyatakan oleh Menteri Penerangan, Datuk Seri Zainuddin Maidin, “Konsert Setiakawan merupakan lambang semangat setia kawan kedua negara, sekaligus merayakan ulang tahun ke-50 hubungan Malaysia-Indonesia. Dalam acara tersebut menampilkan hubungan seni dan budaya kedua negara serumpun itu yang tidak dapat dipisahkan.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 30, 2008

Sultan Makmoen Al-Rasyid: Sumatra Timur

Peranan Sultan Makmoen Al-Rasyid

dalam Pembangunan Daerah Sumatra Timur

1873 – 1924

 

Oleh : Tengku Azwansyah A Teruna

 

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah

Universitas Padjadjaran Angkatan 1999

 Saat ini menjadi Staf Pengajar UNINDRA (Jakarta)

Sejarah daerah Pesisir Pantai Timur Sumatra sebagai sejarah lokal menyimpan sebagian ingatan kolektif dari suatu komponen dari Bangsa Indonesia. Kedudukannya sebagai sejarah makro akan turut membantu dalam memberikan bahan pelengkap bagi sejarah nasional. Selain itu, sejarah lokal juga bisa memberi bahan bagi pengetahuan yang lebih umum, lebih dari itu juga diharapkan akan dapat menyumbang bagi keperluan khusus lainnya. Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 20, 2008

Musik Malaysia Muzik

Malay Pop Music:

between market and national identity

 

R Muhammad Mulyadi

 

 

Brief History of Malay Pop Music  

Pioneered by royal musicians in the 1930s, the truest form of Malaysian popular music is made up of a fusion of various elements from various musical cultures in the country. P  Ramlee in the 1940s, created a uniquely Malaysian style, based on Malay folk music but infused with elements from various local music cultures. His over 250 songs reflected the influence of Malay music forms syncretism, especially the inang, zapin, masri, asli, boria, and joget forms, as well as Western dance rhythms (rumba, slow fox, waltz, cha-cha, mambo and twist), and Hindustani and Arabic melodies and rhythms. The emergence of recording companies in Malaysia accompanied Malaysian pop music industry development.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 19, 2008

Sejarah; Cipto Mangunkusumo; Biografi Singkat

Cipto Mangunkusumo

(Tokoh Pergerakan Nasional)

Oleh : Linda Sunarti

 

 

“Sang Pembangkang”, itulah julukan bagi Dokter Cipto Mangunkusumo, Dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia ia sering membangkang”, baik terhadap feodalisme di kalangan bangsanya maupun terhadap Pemerintah Hindia Belanda yang dituduhnya sebagai penyebab segala penderitaan rakyat Indonesia.  Cipto membangkang terhadap semua ketidakadilan, tetapi dia bersahabat dengan kebenaran dan keadilan.

 

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 19, 2008

Sejarah; Gereja; Pasundan

DARI  F. L. ANTHING

DAN NEDERLANDSCHE ZENDINGSVEREENIGING

KE  GEREJA KRISTEN PASUNDAN

Studi tentang Upaya Pekabaran Injil di Jawa Barat (1865-1942)

 

Oleh : Anne Theresia Nurhayati

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah

Universitas Padjadjaran (2000)

 

 

 

Latar Belakang Masalah

            Jatuhnya Malaka ke tangan bangsa Portugis merupakan awal masuknya agama Nasrani ke Asia Tenggara. Pada 1511 bangsa Portugis mendatangi Malaka dan merebutnya dari tangan penguasa lokal. Dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis maka semakin terbuka jalan menuju sumber utama rempah-rempah yaitu Maluku. Tahun 1521 bangsa Portugis masuk ke Maluku dengan misi berdagang dan mengabarkan Injil mulai 1546. Bagi para pedagang Portugis, mengabarkan Injil (pekerjaan missionari) dan ajaran Katolik merupakan salah satu pekerjaan utama di samping berdagang. Tujuan utama mereka adalah gold, glory, gospel yaitu dapat diartikan kaya, jaya, dan agama.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 19, 2008

Sejarah; Gereja; Bandung; Bala Keselamatan

PELAYANAN SOSIAL

GEREJA BALA KESELAMATAN

DI TENGAH MASYARAKAT HINDIA BELANDA (1894-1942)

 

Oleh : Gibson Tambunan

 

Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah

Universitas Padjadjaran (1998)

 

 

Latar Belakang Masalah

       Bala Keselamatan ialah sebuah lembaga gereja yang berawal dari sebuah organisasi misi Kristen di Kawasan London Timur. Organisasi ini pertama kali muncul pada tahun 1865, di tengah masyarakat Inggris yang sedang mengalami krisis kemasyarakatan sebagai dampak dari Revolusi Industri. Oleh karena itu, pada awal kemunculannya organisasi ini tidak hanya berperan menyiarkan Injil dikalangan masyarakat London Timur yang miskin, melainkan membantu mencarikan jalan keluar untuk menolong mereka menghadapi setiap permasalahan hidup. Pengaruh dari situasi dan kondisi tersebut menyebabkan organisasi misi penyiaran Injil ini memiliki karakteristik unik dan bersifat khas Gereja Bala Keselamatan, yaitu pelayanan sosial terhadap masyarakat tanpa membedakan latar belakang mereka.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 15, 2008

SEJARAH MUSIK

Lintasan Sejarah Panggung Artis Asing

 

Oleh:  R Muhammad Mulyadi

 

 

Kehadiran artis-artis asing ke Indonesia tampaknya semakin tidak dapat dibendung lagi. Fenomena kehadiran artis asing ke Indonesia sebagai bagian dari industri musik panggung merupakan suatu proses yang cukup panjang dalam sejarah industri musik di tanah air.

Pada saat orde lama mendatangkan artis asing dapat digolongkan sebagai tindakan melawan pemerintah. Hal itu disebabkan kebijakan pemerintah Soekarno melarang musik Barat yang digolongkan sebagai musik Ngak Ngik Ngok. Jangankan mendatangkan, memainkan lagu-lagu Barat saja dapat dikenakan hukuman penjara, seperti yang di alami band legendaris Koes Plus di Jakarta dan Bharata band di Surabaya. Beberapa penyanyi lainnya harus bolak-balik diinterogasi kejaksaan. Musik pada saat itu lebih mewujud sebagai alat politik, yaitu menentang neokolim.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 15, 2008

Oto Iskandar Di Nata

Oto Iskandardinata

(Tokoh Pergerakan Nasional dan Paguyuban Pasundan)

 

 

Oleh : Linda Sunarti

 

 

“Seperti orang beriman percaya akan adanya Allah, begitulah juga saya percaya akan datangnya kemerdekaan bagi semua negara terjajah, juga bagi Indonesia. Dengan  sendirinya jika kebebasan itu dicapai Indonesia dengan kekerasan maka perpisahan antara negeri Belanda dan Indonesia akan seperti musuh. Perusahaan-perusahaan dan hak milik orang Belanda di sini akan dirampas. Perdagangan Belanda akan dilarang atau dipersulit. Memperoleh kemerdekaan dengan atau tanpa kekerasan seperti dikatakan, akan tidak sedikit bergantung kepada negara Belanda sendiri. Akan tetapi, saya percaya Tuan Ketua, bahwa bangsa Tuan  yang dikenal sebagai bangsa tenang berpikir akan tahu memilih antara dua kemungkinan ini mengundurkan diri atau diusir”.

Salah satu Pidato Oto Iskandardinata di Volksraad, yang membuktikan keberaniannya yang suka berbicara terusterang dan apa adanya.

Read More…

Posted by: luckymulyadisejarah | June 15, 2008

Douwes Dekker

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker

(Tokoh Pers dan Nasionalisme)

 

Oleh: Linda Sunarti

 

 “Sekarang tahukah tuan isi program politik kami?

 Dengan tiga perkataan ia dapat dijelaskan Hindia untuk kami

 Kami, orang yang tinggal menetap disini (blijvers),

 kami yang memindahkan kampung halamannya ke negeri  ini (kolonisten), kami orang bumiputera!

 Untuk kami, yang pertama kali mempunyai hak milik atas tanah-tanah kelahiran, Hindia buat orang Hindia!”

 

 

  Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories